Rossoneri Tersandung di San Siro: Analisis Lengkap Hasil Imbang Milan vs Pisa di Serie A 2025 – AC Milan kembali gagal meraih mahjong slot poin penuh dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadion San Siro, Rossoneri harus puas berbagi angka dengan tim tamu Pisa dalam laga pekan ke-8 yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil ini menjadi pukulan bagi Milan yang sebelumnya tengah berada dalam tren positif dan berambisi mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
Pertandingan ini menyuguhkan drama, kejutan, dan ketegangan hingga menit akhir. Meski Milan tampil dominan di babak pertama dan unggul cepat melalui Rafael Leão, mereka gagal mempertahankan keunggulan dan justru nyaris kalah sebelum gol penyelamat dari Zachary Athekame di masa injury time. Artikel ini akan mengulas secara menyeluruh jalannya pertandingan, analisis taktik, performa pemain, serta dampaknya terhadap perjalanan Milan musim ini.
Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Tak Berbuah Kemenangan
AC Milan memulai laga dengan intensitas tinggi. Dukungan penuh dari publik San Siro membuat mereka tampil agresif sejak menit awal. Rafael Leão membuka keunggulan pada menit ke-7 melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Ismael Bennacer.
Sepanjang babak pertama, Milan menguasai 68% penguasaan bola dan menciptakan enam peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka gagal menambah keunggulan. Pisa, yang tampil bertahan, sesekali mencoba serangan balik namun belum membahayakan gawang Mike Maignan.
Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis. Pisa tampil lebih berani dan mulai menekan. Pada menit ke-59, Juan Cuadrado menyamakan kedudukan lewat penalti setelah pelanggaran yang dilakukan oleh Malick Thiaw di kotak terlarang. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan.
Pisa kemudian berbalik unggul pada menit ke-86 melalui M’Bala Nzola yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Milan. Gol tersebut membuat publik San Siro terdiam. Beruntung bagi Milan, Zachary Athekame mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-90+3 melalui sepakan jarak jauh yang menembus kerumunan pemain dan masuk ke sudut gawang.
Statistik Pertandingan
| Statistik | AC Milan | Pisa |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 68% | 32% |
| Tembakan ke Gawang | 7 | 4 |
| Total Tembakan | 15 | 8 |
| Peluang Emas | 6 | 3 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
| Gol | 2 | 2 |
Statistik menunjukkan dominasi Milan dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Namun, efektivitas Pisa dalam memanfaatkan momen krusial menjadi pembeda.
Analisis Taktikal: Ketimpangan Babak Pertama dan Kedua
Milan: Terlalu Nyaman, Kurang Responsif
Massimiliano Allegri menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Leão, Pulisic, dan Reijnders mendukung Højlund di lini depan. Strategi awal berjalan baik, namun setelah unggul, Milan terlihat menurunkan intensitas dan gagal menjaga ritme permainan.
Kesalahan utama Milan terletak pada transisi bertahan yang lambat dan kurangnya koordinasi antar lini. Ketika Pisa mulai menekan, Milan gagal melakukan penyesuaian taktik dan membiarkan lawan menguasai ruang di lini tengah.
Pisa: Efisiensi dan Keberanian
Pisa tampil dengan formasi 4-4-2 yang fleksibel. Mereka bertahan rapat di babak pertama dan mulai menyerang di babak kedua. Cuadrado dan Nzola menjadi kunci keberhasilan mereka, dengan pressing tinggi dan eksploitasi celah di sisi kanan pertahanan Milan.
Keputusan pelatih Pisa untuk memasukkan gelandang tambahan di menit ke-70 terbukti efektif dalam mengganggu aliran bola Milan dan menciptakan peluang dari second ball.
Performa Pemain Kunci
AC Milan
- Rafael Leão: Mencetak gol pembuka dan menjadi ancaman utama di sisi kiri. Namun, kontribusinya menurun di babak kedua.
- Zachary Athekame: Menjadi penyelamat Milan dengan gol telat yang menghindarkan tim dari kekalahan.
- Mike Maignan: Melakukan dua penyelamatan penting, namun tidak mampu mengantisipasi penalti Cuadrado dan sepakan Nzola.
Pisa
- Juan Cuadrado: Bermain sebagai gelandang serang, mencetak gol penalti dan menjadi motor serangan balik.
- M’Bala Nzola: Menunjukkan insting striker sejati dengan gol krusial di menit akhir.
- Michel Aebischer: Menjadi jangkar di lini tengah, memutus aliran bola Milan dan menjaga keseimbangan tim.
Reaksi Pelatih dan Penggemar
Massimiliano Allegri mengaku kecewa dengan hasil imbang ini. Ia menyebut bahwa timnya gagal menjaga intensitas dan terlalu longgar di babak kedua. Allegri juga menyoroti kurangnya komunikasi antar pemain belakang yang menyebabkan dua gol Pisa.
Di sisi lain, pelatih Pisa menyatakan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras dan keberanian timnya untuk tidak menyerah meski tertinggal lebih dulu.
Penggemar Milan di media sosial menunjukkan kekecewaan, terutama karena tim gagal menang di kandang sendiri melawan tim yang secara statistik lebih lemah. Namun, sebagian juga memuji semangat juang Athekame yang menyelamatkan satu poin.
Dampak Terhadap Klasemen dan Mentalitas Tim
Hasil imbang ini membuat Milan tertahan di posisi ke-3 klasemen sementara dengan 17 poin dari 8 pertandingan. Mereka kini tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen, Napoli, dan hanya unggul satu poin dari Inter Milan di posisi ke-4.
Secara mental, hasil ini bisa menjadi peringatan penting bagi Milan. Mereka harus belajar untuk tidak lengah setelah unggul dan menjaga konsistensi permainan sepanjang 90 menit. Allegri juga perlu mengevaluasi rotasi pemain dan strategi bertahan saat menghadapi tekanan.
Tantangan Selanjutnya: Laga Tandang ke Udinese
Milan akan menghadapi Udinese di laga berikutnya. Tim tersebut dikenal dengan permainan fisik dan pertahanan rapat. Jika Milan tidak segera memperbaiki transisi bertahan dan efektivitas serangan, mereka bisa kembali kehilangan poin.
Allegri diprediksi akan melakukan beberapa perubahan, termasuk kemungkinan menurunkan Tomori dan Musah sejak awal untuk menambah dinamika di lini belakang dan tengah.
Penutup: Pelajaran Berharga di San Siro
Gagal menang atas Pisa bukan hanya soal kehilangan dua poin, tetapi juga tentang kehilangan momentum dan kepercayaan diri. Milan harus segera bangkit dan menunjukkan bahwa mereka layak bersaing di papan atas Serie A.
Dengan evaluasi yang tepat dan perbaikan strategi, Rossoneri masih memiliki peluang besar untuk meraih gelar musim ini. Namun, konsistensi dan mentalitas juara harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.

